Langsung, Mas Karjo. Saya barusan dibiarkan oleh orang yang
saya percayai. Semasa 5 tahun kami terkait walau kami beda agama. Keinginan
saya ialah satu hari kami dapat menaklukkan ego semasing serta putuskan untuk
bersama-sama selamanya. Saya bertahan dengannya walau kami LDR (Long Distance
Relationship serta Love Different Religion).
Singkat kata, kami sempat terpikir untuk lakukan freesex
saja supaya bisa berpadu, berarti harus orangtua kami harus memberikan restu.
Walau takut, tetapi sebab telah kelamaan kami bersama-sama karena itu terjadi
hal itu. Saya kebetulan ada kepentingan pekerjaan di kota ia, kami juga
berjumpa serta lakukan hal itu. Waktu itu ia janji akan bertanggungjawab. Saya
juga kembali pada kota saya dengan harap-harap kuatir. Berasa berdosa, takut ia
tidak menepati janji, dan lain-lain.
Tetapi, ada suatu hal yang rupanya disembunyikan oleh pacar
saya sejauh ini. Saya baru tahu sebelum kita putus, rupanya ia telah mempunyai
kekasih lain di kotanya. Mereka telah terkait semasa 2 tahun. Serta telah
mengenalkannya ke orangtua semasing sebab mereka satu agama.
Saya tahu karena feeling saya yang tajam serta terakhir
dapat dibuktikan. Waktu tahu itu, saya betul-betul terpukul. Hilang akal serta emosi,
saya memberitahukan wanita itu mengenai semua termasuk juga seberapa jauh
hubunganku serta sang bekas. Awalannya wanita itu geram, ia pilih putuskan
jalinan dengan sang bekas. Ketetapannya itu membuat sang bekas geram pada saya.
Sampai disana saya betul-betul bingung. Apa memiliki hak ia
geram pada saya, sesaat di sini saya ialah korban. Saya dikelabui semasa dua
tahun. Walau di saat itu kami melakukan sebab sayang, tetapi tetap saya berasa
tidak adil diperlakukan semacam ini. Saya berasa saya yang dirugikan, saya juga
yang dibiarkan.
Karena begitu geram, saya memblok kontaknya. Saya perlu
waktu untuk menentramkan diri. Eh, waktu saya siap untuk bicara serta ingin
tahu semakin jelas, ia justru memblok semua contact saya serta sang wanita itu
pilih kembali ke sang bekas.
Saya sedih serta hancur lagi. Saya tidak menduga ia tega
lakukan itu pada saya. Mendustai perasaan, ambil kehormatan saya, selanjutnya
tinggalkan saya dalam cedera yang teramat dalam. Ditambah ia akan menikah
dengan wanita itu. Saya berasa cedera saya seperti diberi garam. Perih sekali
sampai rasa-rasanya ingin bunuh diri.
Ya. Hari pertama tahu hal tersebut saya ingin sekali akhiri
hidup ini. Saya dihancurkan semacam ini ditengah-tengah epidemi corona yang
mewajibkan saya kerja di rumah. Saya tinggal di perantauan yang jauh dari
keluarga. Saya betul-betul seorang diri di kota ini.
Ditambah permasalahan hati yang benar-benar menyayat hati
saya. Rekan-rekan saya beberapa ada yang tiba menghibur, tetapi saya ketahui
sesudah mereka pulang, cedera ini kembali lagi menganga serta minta untuk
disudahi. Seperti hidupku.
Apakah yang harus saya kerjakan, Mas Karjo?
~Falisha
Waalaikumussalam.
Dear Falisha.
Awalnya, saya ikut prihatin serta bersimpati atas apakah
yang telah kamu alami.
Pendapat pertama serta penting dari saya tentunya ialah
buang jauh kemauanmu untuk bunuh diri. Bunuh diri ialah pilihan yang
benar-benar jelek. Kamu tetap harus hidup. Bunuh diri cuma akan mengubur
kesedihanmu bersama-sama jasadmu, tetapi dia akan melahirkan
kesedihan-kesedihan lain yang akan tinggal bersama-sama keluarga serta beberapa
orang yang kamu cintai.
Kamu dapat coba membuka web ini untuk semakin memberikan
keyakinan diri kamu jika kamu bernilai serta tidak patut untuk dibunuh oleh
siapa juga, termasuk juga oleh diri kamu sendiri.
Falisha, kamu ialah wanita yang baik. Saya percaya akan ini.
Serta mantanmu (mudah-mudahan telah resmi jadi bekas) itu ialah lelaki yang
jelek. Kembali lagi, saya percaya akan ini. Lelaki yang jelek tidak wajar
mendapatkan wanita yang baik seperti kamu. Satu kali lagi, saya percaya akan
ini.
Falisha yang baik. Hidup ini sarat dengan hal yang tidak
disangka. Sering makna ada dari runtutan momen yang menyakitkan. Bisa jadi,
apakah yang kamu alami ini ialah diantaranya. Dapat jadi, masalah berat yang
telah kamu alami itu ialah langkah Tuhan untuk memberitahu jika mantanmu bukan
lelaki yang baik bagimu.
Semesta sudah menolongmu untuk terlepas dari lelaki yang
bedebah itu, serta kamu harus mensyukurinya.
Kamu tetap harus bahagia. Itu langkah paling baik serta
paling ciamik untuk mensyukuri hidup sekaligus juga "membalas sakit
hati" pada mantanmu yang jelek itu. Masak ia dapat bahagia menikah sedang
kamu justru larut dalam duka cita. Jangan dibiarkan itu berlangsung. Enak saja.
Kehilangan keperawanan memang hal yang berat buat banyak
wanita, tetapi kamu harus juga ingat, keperawanan bukan segalanya. Kamu masih
punyai banyak nilai lain dalam diri kamu.
Ada banyak lelaki yang serta tidak sempat mempersoalkan kamu
masih perawan atau mungkin tidak. Banyak lelaki yang semakin perduli pada
kepandaianmu, perduli pada perilakumu, perduli pada caramu memperlakukan
mereka, perduli pada begitu membahagiakannya diri kamu waktu melakukan
komunikasi, serta perduli pada apa yang ada di diri kamu.
Dapatkan lelaki itu, serta hiduplah dengan bahagia. Buat
mantanmu yang jelek itu menyesal 1/2 mampus sebab sudah wafatkanmu.
Falisha yang baik. Tentunya balasan sharing ini tidak ada
perbedaannya dengan kawan-kawanmu, yang cuma akan menghiburmu sesaat, tetapi
selanjutnya pulang. Tetapi yang pasti, saya mengharap, balasan sharing ini
dapat jadi satu diantara banyaknya fakta penguat bagimu, supaya kamu masih
hidup, supaya kamu bangun, serta supaya kamu ingin cari kebahagiaan yang baru.










