Rabu, 03 Juni 2020

Aku Frustrasi dan Sempat Ingin Bunuh Diri Karena Dikhianati Kekasihku Sendiri




Langsung, Mas Karjo. Saya barusan dibiarkan oleh orang yang saya percayai. Semasa 5 tahun kami terkait walau kami beda agama. Keinginan saya ialah satu hari kami dapat menaklukkan ego semasing serta putuskan untuk bersama-sama selamanya. Saya bertahan dengannya walau kami LDR (Long Distance Relationship serta Love Different Religion).

Singkat kata, kami sempat terpikir untuk lakukan freesex saja supaya bisa berpadu, berarti harus orangtua kami harus memberikan restu. Walau takut, tetapi sebab telah kelamaan kami bersama-sama karena itu terjadi hal itu. Saya kebetulan ada kepentingan pekerjaan di kota ia, kami juga berjumpa serta lakukan hal itu. Waktu itu ia janji akan bertanggungjawab. Saya juga kembali pada kota saya dengan harap-harap kuatir. Berasa berdosa, takut ia tidak menepati janji, dan lain-lain.

Tetapi, ada suatu hal yang rupanya disembunyikan oleh pacar saya sejauh ini. Saya baru tahu sebelum kita putus, rupanya ia telah mempunyai kekasih lain di kotanya. Mereka telah terkait semasa 2 tahun. Serta telah mengenalkannya ke orangtua semasing sebab mereka satu agama.

Saya tahu karena feeling saya yang tajam serta terakhir dapat dibuktikan. Waktu tahu itu, saya betul-betul terpukul. Hilang akal serta emosi, saya memberitahukan wanita itu mengenai semua termasuk juga seberapa jauh hubunganku serta sang bekas. Awalannya wanita itu geram, ia pilih putuskan jalinan dengan sang bekas. Ketetapannya itu membuat sang bekas geram pada saya.

Sampai disana saya betul-betul bingung. Apa memiliki hak ia geram pada saya, sesaat di sini saya ialah korban. Saya dikelabui semasa dua tahun. Walau di saat itu kami melakukan sebab sayang, tetapi tetap saya berasa tidak adil diperlakukan semacam ini. Saya berasa saya yang dirugikan, saya juga yang dibiarkan.

Karena begitu geram, saya memblok kontaknya. Saya perlu waktu untuk menentramkan diri. Eh, waktu saya siap untuk bicara serta ingin tahu semakin jelas, ia justru memblok semua contact saya serta sang wanita itu pilih kembali ke sang bekas.

Saya sedih serta hancur lagi. Saya tidak menduga ia tega lakukan itu pada saya. Mendustai perasaan, ambil kehormatan saya, selanjutnya tinggalkan saya dalam cedera yang teramat dalam. Ditambah ia akan menikah dengan wanita itu. Saya berasa cedera saya seperti diberi garam. Perih sekali sampai rasa-rasanya ingin bunuh diri.

Ya. Hari pertama tahu hal tersebut saya ingin sekali akhiri hidup ini. Saya dihancurkan semacam ini ditengah-tengah epidemi corona yang mewajibkan saya kerja di rumah. Saya tinggal di perantauan yang jauh dari keluarga. Saya betul-betul seorang diri di kota ini.

Ditambah permasalahan hati yang benar-benar menyayat hati saya. Rekan-rekan saya beberapa ada yang tiba menghibur, tetapi saya ketahui sesudah mereka pulang, cedera ini kembali lagi menganga serta minta untuk disudahi. Seperti hidupku.

Apakah yang harus saya kerjakan, Mas Karjo?

~Falisha

Waalaikumussalam.

Dear Falisha.

Awalnya, saya ikut prihatin serta bersimpati atas apakah yang telah kamu alami.

Pendapat pertama serta penting dari saya tentunya ialah buang jauh kemauanmu untuk bunuh diri. Bunuh diri ialah pilihan yang benar-benar jelek. Kamu tetap harus hidup. Bunuh diri cuma akan mengubur kesedihanmu bersama-sama jasadmu, tetapi dia akan melahirkan kesedihan-kesedihan lain yang akan tinggal bersama-sama keluarga serta beberapa orang yang kamu cintai.

Kamu dapat coba membuka web ini untuk semakin memberikan keyakinan diri kamu jika kamu bernilai serta tidak patut untuk dibunuh oleh siapa juga, termasuk juga oleh diri kamu sendiri.

Falisha, kamu ialah wanita yang baik. Saya percaya akan ini. Serta mantanmu (mudah-mudahan telah resmi jadi bekas) itu ialah lelaki yang jelek. Kembali lagi, saya percaya akan ini. Lelaki yang jelek tidak wajar mendapatkan wanita yang baik seperti kamu. Satu kali lagi, saya percaya akan ini.

Falisha yang baik. Hidup ini sarat dengan hal yang tidak disangka. Sering makna ada dari runtutan momen yang menyakitkan. Bisa jadi, apakah yang kamu alami ini ialah diantaranya. Dapat jadi, masalah berat yang telah kamu alami itu ialah langkah Tuhan untuk memberitahu jika mantanmu bukan lelaki yang baik bagimu.

Semesta sudah menolongmu untuk terlepas dari lelaki yang bedebah itu, serta kamu harus mensyukurinya.

Kamu tetap harus bahagia. Itu langkah paling baik serta paling ciamik untuk mensyukuri hidup sekaligus juga "membalas sakit hati" pada mantanmu yang jelek itu. Masak ia dapat bahagia menikah sedang kamu justru larut dalam duka cita. Jangan dibiarkan itu berlangsung. Enak saja.

Kehilangan keperawanan memang hal yang berat buat banyak wanita, tetapi kamu harus juga ingat, keperawanan bukan segalanya. Kamu masih punyai banyak nilai lain dalam diri kamu.

Ada banyak lelaki yang serta tidak sempat mempersoalkan kamu masih perawan atau mungkin tidak. Banyak lelaki yang semakin perduli pada kepandaianmu, perduli pada perilakumu, perduli pada caramu memperlakukan mereka, perduli pada begitu membahagiakannya diri kamu waktu melakukan komunikasi, serta perduli pada apa yang ada di diri kamu.

Dapatkan lelaki itu, serta hiduplah dengan bahagia. Buat mantanmu yang jelek itu menyesal 1/2 mampus sebab sudah wafatkanmu.

Falisha yang baik. Tentunya balasan sharing ini tidak ada perbedaannya dengan kawan-kawanmu, yang cuma akan menghiburmu sesaat, tetapi selanjutnya pulang. Tetapi yang pasti, saya mengharap, balasan sharing ini dapat jadi satu diantara banyaknya fakta penguat bagimu, supaya kamu masih hidup, supaya kamu bangun, serta supaya kamu ingin cari kebahagiaan yang baru.